[Selamat Waisak 2026/2507 BE] Mengenal Tri Suci Waisak: Tiga Peristiwa Sakral dalam Satu Hari Suci

Setiap tahunnya, langit malam di bulan Mei atau Juni biasanya dihiasi oleh indahnya lampion-lampion yang terbang tinggi, menandai perayaan Hari Raya Waisak. Bagi masyarakat awam, Waisak dikenal sebagai hari besar umat Buddha. Namun, tahukah Anda mengapa hari raya ini sering disebut sebagai “Tri Suci Waisak”? Kata “Tri” berarti tiga, dan “Suci” merujuk pada kesakralan. Hari…

[Selamat Waisak 2026/2507 BE] Waisak Lebih dari Sekadar Perayaan

Mengisi Waisak dengan Meneladani Sifat Agung Sang Buddha: Lebih dari Sekadar Perayaan Hari Raya Tri Suci Waisak selalu identik dengan keindahan lampion yang menghias langit nocturnal, kekhusyukan puja bakti di vihara, dan kebersamaan umat. Namun, di balik semua ritual dan tradisi yang indah tersebut, Waisak sejatinya adalah momen jeda bagi batin kita untuk pulang. Pulang…

[Cerita Dhammapada] Kisah Para Bhikkhu di Kosambi

Di kota Kosambi, terdapat sebuah vihara besar tempat tinggal dua kelompok bhikkhu utama. Kelompok pertama dipimpin oleh seorang guru yang sangat ahli dalam bidang Vinaya (peraturan disiplin monastik), dan kelompok kedua dipimpin oleh seorang guru yang sangat ahli dalam bidang Dhamma (khotbah dan filsafat). Kedua guru ini memiliki banyak murid dan sangat dihormati. Pemicu Perselisihan…

[Cerita Dhammapada] Kisah Kali Yakkhini

Di kota Savatthi, hidup seorang pemuda sebatang kara bersama ibunya setelah ayahnya meninggal dunia. Sang ibu ingin anaknya segera menikah agar ada yang mengurus rumah, namun pemuda itu menolak karena ingin fokus merawat ibunya. Karena ibunya terus mendesak, akhirnya pemuda itu setuju dan menikahi seorang gadis pilihan ibunya. Konflik Istri Tua dan Istri Muda Setelah…

[Cerita Dhammapada] Kisah Thera Tissa

Tissa adalah sepupu dari Sang Buddha (putra dari bibi Beliau). Ia memutuskan untuk melepaskan kehidupan duniawi dan ditasbihkan menjadi seorang bhikkhu ketika usianya sudah cukup tua. Karena statusnya sebagai kerabat dekat Sang Buddha, Tissa menjadi sangat manja, tinggi hati, dan merasa dirinya memiliki hak istimewa di vihara. Ia sangat suka mengenakan jubah yang bagus dan…

[Cerita Dhammapada] Kisah Matthakundali

Di kota Savatthi, hidup seorang Brahmin (kaum agama/terpelajar) yang sangat kaya raya bernama Adinnapubbaka. Meskipun hartanya melimpah, ia terkenal sangat pelit dan kikir. Ia bahkan tidak pernah memberi apa pun kepada orang lain. Ia memiliki seorang putra tunggal yang sangat tampan bernama Matthakundali. Nama itu diberikan karena sang ayah enggan membelikan perhiasan mahal, dan hanya…

[Cerita Dhammapada] Kisah Bhikkhu Cakkhupala

Kisah Bhikkhu Cakkhupala Di kota Savatthi, hidup seorang dokter mata yang sangat terampil bernama Mahapala. Setelah mendengarkan khotbah Sang Buddha, ia memutuskan untuk melepaskan kehidupan duniawi dan ditasbihkan menjadi bhikkhu dengan nama Cakkhupala. Setelah menjadi bhikkhu, ia pergi ke sebuah hutan yang tenang bersama sekelompok bhikkhu lain untuk mempraktikkan meditasi secara intensif selama musim hujan.…

Kisah Hidup Sang Buddha: Maha Parinibbana

Maha Parinibbana: Keheningan Agung dan Wafatnya Sang Buddha Gautama Setelah 45 tahun tanpa lelah mengembara menyebarkan obor kebijaksanaan (Dhamma) dan membangun fondasi Sangha yang kokoh ke berbagai penjuru India kuno, Sang Buddha Gautama mencapai usia 80 tahun. Fisik jasmani Beliau yang menua mulai menunjukkan tanda-tanda kelelahan yang berat. Peristiwa suci kemangkatan Sang Buddha dari dunia…

Kisah Hidup Sang Buddha: Pembabaran Dhamma 45 Tahun

Pembabaran Dhamma 45 Tahun: Misi Suci Tanpa Lelah demi Kebahagiaan Semua Makhluk Setelah memutar Roda Dhamma untuk pertama kalinya di Taman Rusa Isipatana dan menahbiskan lima biksu pertama, Sang Buddha Gautama tidak menetap di satu tempat untuk menikmati kedamaian spiritual-Nya sendirian. Berbekal cinta kasih universal (Metta) dan kasih sayang (Karuna) yang tanpa batas, Beliau memulai…

Kisah Hidup Sang Buddha: Pemutaran Roda Dhamma

Pemutaran Roda Dhamma: Khotbah Pertama Sang Buddha di Taman Rusa Isipatana Setelah mencapai Penerangan Agung di bawah Pohon Bodhi pada usia 35 tahun, Sang Buddha Gautama sempat ragu untuk mengajarkan kebenaran yang telah ditemukannya. Dhamma (Ajaran) yang Beliau pahami teramat dalam, halus, dan sulit dimengerti oleh manusia yang hatinya masih diselimuti oleh nafsu dan keserakahan.…